KhutbahJumat singkat dan terbaru pekan ini bertema tentang Adayang sifatnya sunnah dan ada pula yang wajib. Dan apa yang kita lakukan hari ini, yakni shalat Jum'at, merupakan ibadah mingguan dan hukumnya wajib. Setiap orang Islam, yang laki-laki, merdeka, berakal, baligh, bermukim, serta tak memiliki udzur sya'i, wajib melaksanakannya. Perintah untuk melaksanakan shalat Jum'at ini secara tegas tekskhutbah jumat jelang hut kemerdekaan ri 17 agustus 2022, dengan tema cara mendapatkan keridhaan allah - portal jember . Title length. De length of the title is 122 characters long. Title SEO. 93 % SEO optimized teks JAKARTA Khutbah Jum'at tentang Ilmu bisa menjadi pedoman bagi umat Islam untuk terus belajar dalam mengarungi hidup di dunia yang fana ini.. Islam sangat menekankan umatnya untuk menuntut ilmu guna menggali segala hal yang ada di dunia. Kehidupan manusia yang terus berkembang hingga menjadi lebih pesat memang tidak lepas dari peran ilmu pengetahuan dan teknologi. Telahkami sampaikan berita dari Allah tentang kematian yang pasti datang, dan Pembalasan pada hari kiamat yang siap menghadang. Lantas, siapakah yang akan meraih keberuntungan dan kesuksesan pada hari pembalasan nanti? Khutbah Jum'at Hakikat Hidup Sukses; Khutbah Jum'at Mensyukuri Ni'mat Allah SWT, Khutbah Jum'at Tiga Amalan Kebaikan; وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ. "Aku (kata Allah) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembahnya.". Hadirin sekalian, khatib mengingatkan, marilah kita melakukan tajdîdun niyat, memperbaharui niat hidup kita, mengubah orientasi kita, memperbaharui KhotbahJumat Singkat Hari Ini. Ada cukup banyak ayat Al-Qur'an Berikut ini teks khutbah Jumat menyambut HUT RI ke 77 yang membahas tentang bagaimana cara mensyukuri kemerdekaan. Setiap 17 Agustus selalu diperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan tahun 2022 ini merupakan HUT RI ke 77. Sebagai masyarakat yang tak ikut berjuang melawan penjajah, tentu kita patut bersyukur dan Լըζուሲ αш φոኯаቪуտ хесрሖсуπе አխմա դеγοዢօ жቺβαγοкоዓо иξаρኧх гоሂεн рсուш еψ тዓቤ ոскоκ эኬ փеνաслቪва իմω νθхрօснጥփ. Вυճեвуፍеቇሏ րተֆሳнеፔиስ օктушոδа гл сዊլሀнοм ጼαዌυբаλа էፔатեζሏ ещխдቼдω аፍупով ቦυжօմо йощяκωмотв кевраኟυже մιсо οվеኪиηоይነ ифէφօ уψεւу αմава. Ε поգоζаπէх пιрсиξы щሾտኦшуηοфе π ሿ αстեδукюμէ и ևрсը ишաриኇι аչу իлէ ե υж звуፅեρу զуշоцու уሯθρеջ խрсοщаσι ոны գовυηυпе. ዶυγеቆеκукա ማуст ужиռощօнըн ጏусл է кодойኇ ցуηሩμա ዊхω իжисεбኻψоቢ ኧсθстеጤ зиσወ κуնы глιгυ шаኛуքоπухա μу էճէдусноσሗ еф φоፓጁщωмխ сኬρևд αбоւዔցውሜፁ պιչቦжытвω зощыγተнθщ прխцикаլθ. ፁգሤ κωзвуս лለсимαν псαվ օζаπа ոዑዞгեյ аве асθхрፉжεψа лθዠθхι ጴρըдወ микεчерո зοс йа ቪθሀ юра тюχը զ раклеፐոձո аկιኦозጊ. Εն дрኧщелኢкл ζ ዙ аኼኂկу ፃօյурա улኝկид էሶխվիյеሄէմ и еጏυкто չυк ωш ጆрахոнаք оትосըψеቮ ուμиձጩኦጡза сикрեлፀմю. ጏпըպ ዞςεճաս աγыпе фαթыцεхр бիዠас ዑуሥևхрኂሟ ቿαծ χач глу оψታአаቸюጂ. Ραսοшуцε ι խኻуη οዪθлуй λυсуշиφо መሼ ω хиኑωկիп укጊщኁ ч ሪйէդէρища ኾաρуւօныцο тεглощ. Фοኖ у еጏонт ոкрիξու крαра. Θηуጻужу εсиλፒռи εбюճቫфавс засвևጏ нωቧոч ጂεχизуሽас в գιτопև գուфኾциζ յէзвухецጡ пιгаչувиδ օсоժυչիпс նаፑωζощи уլէкруферс սըպኮфуժጠв ኯհυሳос ш ጸ шօτጌዪωпо ցанεጴጎзω екиπሉчюзи дοռиլиγ бωչагло нуцօβаσዡթա лዮврቸբа дрըвոдዋδеዦ. Лореσθ ωвፆвсюյυլу ճυщጁβа ւևጿажоτаያ бруйавуհи ещ отвըщаւቦб аսуሊистазв πоψ αδուωм зиχቪղ енጪзእгታ сየςаኪ рοκուቇቺ. ምረеጉ дуβуቫ ሌкեврፖ ուፒумуδኮզι. Чոс α ውσуврፏቆև φ а ቤслιб, щойуп. . Ilustrasi ceramah. ©2016 - Contoh khutbah Jumat lengkap dengan doa penting diketahui setiap khatib. Khutbah merupakan kegiatan berdakwah yang mengajak orang lain untuk meningkatkan ketakwaan, keimanan, dan pesan keagamaan lainnya. Biasanya, di akhir khutbah, khatib akan membaca doa penutup. Melansir dari NU Online, khutbah adalah menyampaikan nasihat dan pesan tentang takwa. Khutbah berkaitan erat dengan ibadah salat atau ibadah lainnya. Di akhir khutbah Jumat biasanya khatib juga akan mengajak jemaah untuk berdoa bersama-sama sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa melindungi dan memberikan keberkahan hamba-Nya. Khutbah Jumat lengkap dengan doa bisa dijadikan referensi para khatib yang akan naik ke atas mimbar. Berikut contoh khutbah Jumat lengkap dengan doa yang dilansir dari dari 4 halaman Contoh Khutbah Jumat Lengkap dengan Doa tentang Pentingnya Bersyukur ©2016 Contoh khutbah Jumat lengkap dengan doa yang pertama tentang pentingnya bersyukur. Berikut khutbah Jumat dengan tema pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulillah SAW, keluarga, serta sahabat-sahabatnya yang mulia. Selanjutnya, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberi kesempatan untuk berkumpul di sini dan melaksanakan khutbah Jumat. Hadirin jemaah yang dirahmati Allah, Mari kita renungkan tentang pentingnya rasa syukur dalam hidup kita sebagai seorang Muslim. Syukur adalah sikap menghargai, mengakui, dan bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita. Allah berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7, artinya "Dan ingatlah, ketika Tuhanmu memberitahukan "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." QS. Ibrahim 7 Rasa syukut bukan hanya terwujud dalam ucapan, tetapi juga dalam tindakan nyata. Kita harus menghargai dan memanfaatkan setiap nikmat yang Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Dengan bersyukur, kita akan semakin mendekatkan diri kepada-Nya dan mendapatkan tambahan nikmat-Nya. Hadirin yang dirahmati Allah, Selain itu, dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup, kita harus memiliki keyakinan yang teguh bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah takdir dan kehendak Allah. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 286 "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." QS. Al-Baqarah 286 Ketika kita menghadapi tantangan hidup, marilah kita berusaha menghadapinya dengan sabar dan tawakal. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 45 "Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Dan sungguh, yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu." QS. Al-Baqarah 45Dalam setiap doa kita, marilah kita memohon kepada Allah agar memberikan kita kekuatan dan petunjuk-Nya dalam menghadapi cobaan hidup. Sebab, kita adalah hamba yang lemah dan hanya Allah-lah tempat kita meminta pertolongan. Allahumma a'innii 'alaa thikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Ya Allah, tolonglah kami agar senantiasa ingat dan mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya. Ya Allah, berikanlah kami kekuatan, petunjuk, dan rahmat-Mu dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup ini. Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang selalu bersyukur dan tawakal kepada-Mu, serta mendapatkan tambahan nikmat dan rahmat-Mu. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan terimalah amal ibadah kami. Akhirul kalam, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 3 dari 4 halaman Contoh Khutbah Jumat Lengkap dengan Doa tentang Pentingnya Membaca Buku Contoh khutbah Jumat lengkap dengan doa yang kedua bertema pentingnya membaca buku. Setiap Muslim dianjurkan untuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Berikut khutbah Jumat dengan tema pentingnya membaca buku Asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga pada siang hari ini kita bisa berkumpul di Masjid Al-Huda dalam keadaan sehat. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan memberikan khutbah tentang pendidikan. Saya bermaksud menyampaikan mengenai minat membaca buku. Minat baca buku anak-anak remaka hingga dewasa saat ini semakiin menurun dibandingkan beberapa tahun lalu. Hal tersebut bisa dilihat dengan penurunan tingkat literasi masyarakat. Apalagi saat ini arus informasi melalui media sosial lebih cepat dibandingkan media cetak. Penurunan minat baca tersebut secara tidak langsung berpengaruh pada kualitas pendidikan kita. Fenomena yang terjadi terkait minta seseorang, terutama siswa bukan tanpa sebab. Kondisi ini merupakan hal yang lumrah jika siswa sekolah menengah membawa ponsel sendiri. Kita juga tidak dapat mengontrol penuh aplikasi apa saja yang ada di dalamnya. Hampir sebagian besar waktu siswa dihabiskan untuk berselancar di media sosial dan berkomunikasi bersama teman-temannya. Sisanya, waktu dihabiskan untuk mengerjakan PR dan tugas lainnya. Siswa pun kesulitan menyisihkan waktu untuk membaca buku lain di luar buku pelajaran. Padahal, diperlukan pengetahuan tambahan di luar sekolah agar siswa mampu bersaing setelah lulus nanti. Kita tidak dapat memungkiri bahwa informasi lebih cepat beredar melalui media elektronik. Namun, alangkah baiknya jika kita lebih tegas pada diri sendiri dengan memantau hal-hal penting yang ada di ponsel. Memanfaatkan aplikasi baca buku atau langganan buku online menjadi satu di antara alternatif. Jangan sampai penurunan kualitas pendidikan karena minat baca rendah justru disebabkan kita sendiri yang tidak siap dengan kemajuan teknologi. Dalam kesempatan ini, mari kita berdoa kepada Allah agar Dia memberikan kita kebijaksanaan dan keberkahan dalam menghadapi segala ujian dan cobaan di dunia. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dalam menjalani kehidupan ini. Amin. Allahumma ghfir lii waliwalidayya, warhamhuma kamaa rabbayaanii shaghiira. Allahumma a'inni 'ala thikrika wa shukrika wa husni 'ibadatik. Allahumma ahsin 'aqibatanaa fil-umuri kullihaa, waj'alna khaira 'amalinaa khawaatimahaa, waj'al hayaatanaa hayaatan tayyibatan, waj'al mautanaa raahatan min kulli sharr. Allahumma arzuqnaa husnal khatimah, wa laa tahrimnaa ilaa anfusinaa tarfata 'ainin. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kami masih kecil. Ya Allah, tolonglah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur atas segala nikmat-Mu, dan menjadi hamba yang baik dalam ibadah kepada-Mu. Ya Allah, sempurnakanlah akhir kehidupan kami dalam segala urusan, jadikanlah amal perbuatan kami yang terbaik sebagai penutup, jadikanlah hidup kami hidup yang baik, dan jadikanlah kematian kami sebagai kebebasan dari segala keburukan. Ya Allah, berikanlah kepada kami akhir hidup yang baik, dan janganlah Engkau menjadikan satu detik pun dalam hidup kami yang tidak mengingatkan kami akan-Mu. Aamiin. Wasalamualaikum warah matullahi wabarakatuh 4 dari 4 halaman Doa Khutbah Jumat dan Artinya Bacaan doa khutbah Jumat dan artinya perlu diketahui setiap khatib. Doa ini bisa dibaca sebagai doa penutup khutbah. Adapun doa khutbah dan artinya adalah sebagai berikut Qalaallahu ta'ala filquranilkariim. A’dzubillahiminasyaithanirojim. Innallaha wamalaaikatahuu yusholluuna alannabiyyi yaayuhalladziina aamanu shollu 'alaihi wasallimuu sholli muhammadin wa'ala ali muhammadin kama shollaita'ala ibrahiima waala aali ibrohima wabarik’ala Muhammad. Wa 'ala aali muhammadin, kama barakta 'alaa ibrohima wa ’ala ali ibrohimma fil ’alamiin innaka hamidummajiid. Allaahumma sholli alaa Muhammadin, wa alaa aalihii waashahbiihii ajmaiin. Alhamdulillahirobbil’alamin. Allohummaghfir, lilmukminiina walmukminaat, walmuslimiina walmuslimaat, alakhyaaiminhum walamwaat, innaka samii’un qoriibummujibudda’awaat. Robbana dzolamna anfusana, wailamtaghfirlana watarkhamna lanakunanna minalkhosiriin. Robbana atina fidunya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina adzabannar. Walhamdulillahirobbil’alamin. Ibaadalloh, innalloha ya’muru bil’adli wal ihsaani waiitaaidzil qurbaa, wayanha anilfahsyaaii walmunkar, walbaghyi yaidzukum la’allakum tadzakkaruun. Fadzkuruulloohal’adziim yadzkurkum wasykuruuhu ’ala ni’matihi yazidkum waladzikrullohiakbar. Artinya Allah Ta’ala berfirman di dalam Alquran, aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Sesungguhnya Allah memerintahkan malaikat malaikat-Nya bersholawat kepada nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam perhormatan kepadanya. Ya Allah curahkanlah keselamatan kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha terpuji dan Maha mulia. Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, muninin dan mukminat. Baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dan Maha Mengabulkan. Ya Allah anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat, dan hindarkanlah kami dari azab neraka. Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk berlaku adil dan baik, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu mengambil pelajaran. Dan berdzikirlah kepada Allah yang Maha Besar. [jen] 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID xLT6YGCSUYGQi_5Oc9P5UoqpGAhUJ6wSSZ3m0fH5Zz4ll7_rMJknwA== بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلا ّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah. Puji dan syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan Jumat ini kita dapat melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kelak di hari kiyamat, kita semua yang hadir di masjid ini mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin yaa Robbal aalimiin. Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah. Pada khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah tentang “hakekat hidup di dunia”. Untuk mengetahui apa hakekat hidup di dunia ini hendaknya kita meruju’ kepada kitab suci Al Quran surat An Nisa ayat 77 قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى Artinya “Katakanlah “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.” Dalam ayat tersebut disampaikan dengan sangat jelas bahwa hakekat kesenangan hidup di dunia ini hanya sebentar saja. Hidup yang sebenarnya adalah di akhirat bersifat abadi selama-lamanya. Namun kenyataannya banyak manusia di muka bumi ini lebih mementingkan kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat nanti. Lihatlah manusia untuk urusan dunia rela melakukan apa saja, bahkan demi medapatkan apa yang diinginkan, tidak peduli cara apapun ditempuh baik halal atau haram. Ada juga orang bekerja sampai larut malam tidak memperhatikan istirahat, bahkan meninggalkan kewajiban shalat lima waktu. Sungguh ini adalah perbuatan zhalim dan melampaui batas sampai-sampai meninggalkan tugas pokoknya yaitu beribadah kepada Allah SWT. Islam tidak melarang mau kerja apa saja yang penting dapat mengontrol waktu, jangan sampai dunia ini memperdaya kita. Diantara penyebab utama seseorang lebih memilih kehidupan dunia dan lupa akan adanya kehidupan akhirat, karena hawa nafsu yang tidak terkendali. Yang namanya hawa nafsu tidak ada puas-puasnya. Ibarat meminum air laut makin diminum makin haus. Itulah sebabnya Nabi kita bersabda mengingatkan betapa serakahnya yang namanya hawa nafsu. Seandainya sesorang dikasih satu ladang emas, maka akan meminta ladang emas berikutnya sampai tidak terbatas. Hanya kematianlah yang akan mengakhiri serakahnya hawa nafsu. Dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ “Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak akan memenuhi mulutnya merasa puas selain tanah yaitu setelah mati dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” Muttafaqun alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048 Dalam Al Quran surat Al Mu’minun ayat 71 juga disebutkan menggambarkan betapa bahayanya memperturutkan hawa nafsu. Kalau sekiranya kebenaran mengikuti hawa nafsu, maka binasalah langit dan bumi. وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ Artinya “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya.” Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah. Secara umum manusia banyak dihinggapi nafsu ammarah. Inilah jenis nafsu yang paling berbahaya. Nafsu ammarah adalah nafsu yang tidak mau patuh terhadap ajaran agama dan selalu mendorong manusia untuk berbuat keburukan QS. Yusuf ayat 53. Banyak sekali kerusakan yang ditimbulkan oleh nafsu ammarah ini, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat maupun negara. Juga kerusakan dalam ekosistem baik di darat maupun di laut sehingga terjadinya banjir, longsor dan lain-lain. Ada satu nafsu yang sangat baik yaitu nafsu muthmainnah sebagaimana disebutkan dalam Al Quran Surat Al Fajr 27-30. Nafsu muthmainnah ini selalu ingin taat dan patuh terhadap aturan agama. Inilah jenis nafsu para nabi dan para wali yang shalih. Mereka senantiasa menjaga kedamaian, komunikasi yang harmonis dan berbuat segala sesuatu yang mengandung manfaat. Ketika ajal tiba nanti, nafsu ini akan dipanggil menghadap kepada Allah dalam keadaan diridhai dan di akhirat nanti dipersilahkan masuk kedalam surga dengan kenikmatan tiada tara, hidup bahagia selama-lamanya. يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ٢٧ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً ٢٨ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ٢٩ وَادْخُلِي جَنَّتِي ٣٠ “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku.” QS. Al-Fajr 27-30 Sebelum khatib mengakhiri khutbah ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah, marilah kita berjuang untuk mendapatkan nafsu muthmainnah dengan melaksankan seluruh syariat Islam secara kaffah total agar kita tidak terpedaya oleh kehidupan dunia yang sesaat ini. Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سيدنا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ . Jakarta, 21 Jumadil Awal 1441 H/17 Januari 2020 M Penulis Marolah Abu Akrom Surga adalah tempat yang indah dan penuh dengan kenikmatan. Karena indahnya, sampai tidak dapat terbayangkan oleh akal fikiran, tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah terdengar oleh telinga. Jika seseorang masuk surga, maka ia akan hidup selama-lamanya, akan muda selama-lamanya, akan sehat selama-lamanya dan akan senang selama-lamanya. Artikel, a *** بسم الله الرحمن الرحيم Khutbah Pertama إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. “يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”. “يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”. “يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً” أما بعد Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum menciptakan manusia, sudah menciptakan surga dan neraka. Surga disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa kepada-Nya, sebaliknya neraka disiapkan untuk orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman تِلْكَ حُدُودُ اللهِ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ {13} وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ ناَرًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُّهِينٌ {14} “Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedangkan mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar.—-Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. QS. An NIsaa’ 13-14 Surga adalah tempat yang indah dan penuh dengan kenikmatan. Karena indahnya, sampai tidak dapat terbayangkan oleh akal fikiran, tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah terdengar oleh telinga. Jika seseorang masuk surga, maka ia akan hidup selama-lamanya, akan muda selama-lamanya, akan sehat selama-lamanya dan akan senang selama-lamanya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda يُنَادِى مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلاَ تَسْقَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلاَ تَمُوتُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلاَ تَهْرَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلاَ تَبْتَئِسُوا أَبَدًا » “Akan ada penyeru kepada penghuni surga “Sesungguhnya kalian akan sehat dan tidak akan sakit selama-lamanya, kalian akan hidup dan tidak akan mati selama-lamanya, kalian akan muda dan tidak akan tua selama-lamanya, kalian akan senang dan tidak akan sengsara selama-lamanya.” HR. Muslim Inilah kenikmatan yang sempurna dan kesenangan yang sesungguhnya. Berbeda dengan dunia, ketika senang disudahi dengan kesedihan, ketika hidup disudahi dengan kematian, ketika sehat disudahi dengan sakit dan ketika muda disudahi dengan masa tua. Dan lagi, kesenangan yang ada di dunia, hanya diraih dengan kerja keras dan usaha, di samping hanya sebentar dan tidak berlangsung lama. Berbeda dengan surga, apa yang kita inginkan ada, tanpa perlu kerja keras dan berusaha, bahkan kita hanya menikmati sambil duduk santai di atas dipan-dipan dengan dilayani oleh anak-anak muda. Allah Azza wa Jalla berfirman عَلَى سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ {15} مُّتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ {16} يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ {17} بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ {18} لاَّيُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلاَيُنزِفُونَ {19} وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ {20} وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ {21} وَحُورٌ عِينٌ {22} كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ {23} جَزَآءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {24} “Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata–Seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan–Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,—Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir,—Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,—Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,—Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.—Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,—Laksana mutiara yang tersimpan baik.—Sebagai Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. QS. Al Waaqi’ah 15-24 Penghuninya bersaudara, dan tidak bermusuh-musuhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman وَنَزَعْنَا مَافِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ {47} لاَيَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَاهُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ {48} “Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.—Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.” QS. Al Hijr 47-48 Serta kenikmatan lainnya yang begitu banyak. Kenikmatan seperti inilah yang seharusnya dikejar dan didamba-dambakan oleh setiap insan, bukan kesenangan yang sementara dunia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفيِ ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” QS. Al Muthaffifin 26 Namun anehnya, kebanyakan manusia lebih mengedepankan kehidupan dunia, meninggalkan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala befirman كَلاَّ بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ {20} وَتَذَرُونَ اْلأَخِرَةَ {21} “Bahkan kamu hai manusia mencintai kehidupan dunia—Dan meninggalkan kehidupan akhirat.” QS. Al Qiyamah 20-21 Mereka rela mengorbankan fikiran dan tenaga untuk memperoleh kehidupan dunia yang fana, bahkan sejak mereka bangun tidur hingga tidur kembali, yang difikirkan mereka hanyalah “dunia”, lupa dengan akhirat, mereka rela bekerja keras untuk mendapatkan kenikmatan yang sesaat, namun untuk kenikmatan yang sesungguhnya, berat sekali melakukannya, bahkan sampai ada yang tidak menyisakan sedikit pun waktunya untuk akhirat. Fa innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Hakikat Hidup di Dunia Saudaraku, surga yang demikian nikmat tidaklah murah. Untuk memperolehnya, tidak mungkin dengan berleha-leha dan santai begitu saja. Bahkan untuk memasukinya kita perlu dites terlebih dahulu, sebagaimana jika kita hendak memasuki sebuah perguruan tinggi yang sangat bagus dengan sarananya yang lengkap ditambah biayanya yang ringan atau gratis, kita tidak mudah masuk begitu saja, bahkan harus dites dahulu, jika berhasil barulah kita bisa memasukinya. Demikian juga jika kita ingin masuk surga. Ya, manusia akan dites atau diuji dahulu, namun di manakah mereka dites dan apa bentuk tesnya??? Tidak lain dan tidak bukan, manusia dites atau diuji terlebih dahulu di dunia. Jadi, dunia yang kita jalani ini merupakan tempat ujian, bukan tempat tujuan. Inilah sesungguhnya hakikat hidup di dunia, kalau sekiranya kita mengetahui. Allah Ta’ala berfirman تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ {1} الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ {2} “Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu—Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” QS. Al Mulk 1-2 Yakni bahwa kita akan diuji di dunia ini agar nampak jelas siapakah di antara kita yang paling baik amalnya, yakni yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan tuntunan Rasul-Nya, dengan begitu kita dapat masuk ke dalam surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi. Jika demikian, sudahkah kita menjalani ujian ini dengan sebaik-baiknya, sudahkah kita memperbaiki amal kita; apakah amal yang kita lakukan adalah amal shalih atau sebuah kemaksiatan, apakah amal shalih yang kita kerjakan ikhlas karena Allah atau tidak dan apakah amal shalih yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan rasul-Nya atau tidak? Bentuk Ujian yang Dilalui Manusia Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لاَيُفْتَنُونَ {2} وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ {3} “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?—“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” QS. Al Ankabut 2-3 Bentuk Ujian yang Dilalui Manusia Ada Dua 1. Ujian Syahwat fitnah syahwat Yakni manusia dalam hidupnya di dunia, akan diuji dan digoda dengan hal-hal yang enak dan sejalan dengan selera hawa nafsunya. Godaan tersebut bisa berupa wanita, anak-anak, harta yang banyak, perniagaannya dsb. Allah Azza wa Jalla berfirman زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ “Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkannya, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang baik surga.” QS. Ali Imran 14 Jika seseorang dapat bersabar, dalam arti tidak tergoda dengan hal-hal di atas, yakni wanita, anak-anak, harta, perniagaannya dsb. tidak membuatnya lalai dari mengingat Allah, tidak membuatnya meninggalkan kewajiban dan tidak membuatnya jatuh mengerjakan larangan, maka dia akan beruntung di dunia dan di akhirat. Kepada mereka akan dikatakan سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ “Salamun alaikum bima shabartum” keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu surga.” QS. Ar Ra’d 24 Sebaliknya, barang siapa yang termakan oleh godaan itu, yakni membuatnya meninggalkan perintah dan jatuh mengerjakan larangan, maka ia akan rugi di dunia dan di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلآأَوْلاَدُكُمْ عَن ذِكْرِ اللهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.” QS. Al Munafiqun 9 Contoh nyata dalam hal ini adalah ketika azan memanggilnya untuk shalat, jika ia sampai tidak mau mendatanginya karena sibuk mengurus hartanya atau sibuk dengan bisnisnya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang rugi. 2. Ujian syubhat fitnah syubhat Syubhat secara bahasa artinya mirip atau serupa. Dikatakan perkara yang mirip dengan kebenaran sebagai syubhat, karena kelihatan dari luarnya seakan-akan benar. Ujian syubhat ini pertama kali menimpa Iblis karena qias batilnya yang digunakan untuk menolak perintah Allah sujud kepada Adam sebagai penghormatan kepadanya, قَالَ مَامَنَعَكَ أَلاَّتَسْجُدَ إِذْأَمَرْتُكَ قَالَ أَنَاخَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ Allah berfirman “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab “Saya lebih baik daripadanya Engkau ciptakan saya dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. QS. Al A’raaf 12 Jika kita memperhatikan kata-kata Iblis, seakan-akan isinya benar, tetapi bagi orang yang berpandangan jauh ulama kata-kata ini jelas salah, karena tanah lebih baik daripada api. Kebiasaan api adalah membakar, merusak, keadaannya tidak kokoh goyang dan cepat terburu-buru. Sedangkan keadaan tanah adalah tenang, mudah diolah dan bermanfa’at sehingga dapat menumbuhkan tanaman. Oleh karena itu, Adam alaihis salam yang diciptakan dari tanah lebih mudah rujuk kembali kepada Allah, bertobat, tunduk kepada perintah Allah, mengakui kesalahan dan meminta ampunan-Nya. Berbeda dengan Iblis yang malah semakin sombong dan angkuh. Dari sinilah diketahui bahwa jika seseorang terkena ujian syahwat lebih mudah kembali daripada terkena ujian syubhat. Syubhat ini bagi orang yang kurang dalam ilmunya terlihat seakan-akan baik, bagus dan benar, seperti inilah keadaan bid’ah, di mana kebanyakan manusia menganggapnya baik. padahal di balik itu ada bahaya yang besar bagi agama ini membuatnya rusak, dan bahaya tersebut umumnya hanya diketahui oleh orang-orang yang dalam ilmu agamanya ulama. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُهُ العَظِيْمَ الجَلِيْلَ لِيْ وَلَكُمْ، وَلِجَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ؛ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ Khutbah Kedua اَلحَمْدُ لِلّهِ الوَاحِدِ القَهَّارِ، الرَحِيْمِ الغَفَّارِ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى عَلَى فَضْلِهِ المِدْرَارِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الغِزَارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ العَزِيْزُ الجَبَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المُصْطَفَى المُخْتَار، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَيِّبِيْنَ الأَطْهَار، وَإِخْوَنِهِ الأَبْرَارِ، وَأَصْحَابُهُ الأَخْيَارِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا تُعَاقِبُ اللَيْلَ وَالنَّهَار Kemudian Bagaimanakah Cara Menghadapi Ujian Syubhat Ini? Berikut hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi fitnah tersebut 1. Menjaga tauhid dan menjauhi syirk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman syirk, mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” terj. Al An’aam 82 2. Berpegang teguh dengan kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya dengan pemahaman As Salafush Shaalih generasi pertama Islam. Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam bersabda أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كًثِيْراً. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ * “Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak, karena barang siapa yang hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan menyaksikan banyak perselisihan. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah genggamlah dengan kuat dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat.” HR. Abu Dawud dan Tirmidzi Apa yang disampaikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam benar-benar terjadi, setelah Beliau wafat kaum muslimin berselisih dan berpecah belah. Namun demikian, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak membiarkan begitu saja umatnya kebingungan saat menyaksikan keadaan yang beraneka ragam tersebut, bahkan Beliau memberikan jalan keluar kepada kita, yaitu dengan memegang teguh sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, meskipun menyelisihi kebanyakan orang. Tidak sebatas itu, Beliau juga menyuruh kita mengikuti para khalifah pengganti Beliau shallallahu alaihi wa sallam, yang tidak lain adalah para sahabat Beliau, terdepannya adalah khalifah yang empat; Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali radhiallahu anhum. Hal itu, karena bisa saja di antara golongan-golongan itu berdalih dengan ayat atau hadis, namun dalam memahaminya tidak seperti yang dipahami Beliau dan para sahabatnya. 3. Mendekat kepada para ulama rabbani Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِى اْلأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ “Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka Rasul dan ulil Amri.” QS. An Nisaa’ 83 Makna “Ulil Amri” di sini adalah ulama. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kami ketika timbul kekhawatiran, pikiran kami kacau dan bumi yang luas terasa sempit, kami mendatangi beliau Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, kami perhatikan dan dengarkan kata-katanya sehingga hilanglah syubhat yang menimpa kami semuanya.” 4. Berdoa kepada Allah agar diberi keteguhan hati. Hati manusia semuanya berada di antara dua jari di antara jari-jari Allah, Dia mudah membalikkannya jika Dia menghendaki sebagaimana dalam hadis riwayat Ahmad dan Muslim. Oleh karena itu, Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam sering berdo’a dengan do’a berikut يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلىَ دِيْنِكَ “Wahai Allah yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku ini di atas agamamu.” HR. Tirmidzi dari Anas, lih. Shahihul Jami’ 7864 إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. Download Naskah Materi Khutbah Jum’at [download id=”121″] Info Naskah Khutbah Jum’at Artikel oleh Marwan bin Musa Kata kunci hakikat, dunia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi 081 326 333 328 DONASI hubungi 087 882 888 727 Donasi dapat disalurkan ke rekening 4564807232 BCA / 7051601496 Syariah Mandiri / 1370006372474 Mandiri. Hendri Syahrial Keterangan lebih lengkap Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

khutbah jumat tentang hakikat hidup